MASIGNASUKAv102
6681590323845062400

Bunga Bangkai, Berbau Tak Sedap, Tetapi Menawan

Bunga Bangkai, Berbau Tak Sedap, Tetapi Menawan
Add Comments
12/11/2013

Bunga ini berbeda dari kebanyakan bunga. Bila biasanya bunga baunya harum, bunga ini malah berbanding terbalik. Selain itu bunga asli Indonesia ini juga tergolong unik, bukan hanya baunnya tetapi juga dari bentuknya. Bunga Bangkai dapat ditemukan di hutan hutan hujan yang lebat ada di daerah ekuator seperti di Sumatera. Bunga yang memiliki nama latin Amorphophallus Titanum ini hanya dapat tumbuh di tempat tempat yang jarang terkena matahari.

Sering kali bunga bangkai dianggap sebagai spesies yang sama dengan bunga Rafflesia Arnoldi. Padahal keduanya merupakan spesies yang berbeda, mulai dari fisiknya hingga tingkat kelas klasifikasi ilmiah. Secara fisik, perbedaan keduanya sangat terlihat jelas. Bunga Bangkai, memiliki daun dan batang yang tumbuh menjulang tinggi sedangkan Bunga Rafflesia hidup sebagai parasit pada inang tertentu tanpa batang dan daun dan bunganya merebah di tanah.

Pada Klasifikasi Ilmiah, Bunga Bangkai tergolong dalam Kerajaan Plantae, Divisi Magnoliophyta, Kelas Liliopsida, Ordo Alismatales, Famili Araceae, Genus Amorphophallus. Terdapat 170 jenis bunga bangkai di seluruh dunia dan sekitar 25 jenis bisa ditemui di Indonesia.


Botaniche Gȁrten Bonn, kebun raya di Jerman menggunakan bunga Bangkai ini sebagai Logonya. 


Keistimewaan bunga bangkai adalah pada tingginya, tinggi bunga bangkai bisa mencapai lebih dari 2 meter. Pada saat mekar bunga ini ada yang mencapai 3,3 meter. Tidak heran kalau ada yang menjulukinya si bunga raksasa.

 
Selain ukurannya yang besar, keunikan lainnya adalah pada baunya. Sesuai dengan namanya, saat mekar bunga ini mengeluarkan bau busuk. Bau ini bisa tercium hingga jarak jauh. Bau inilah yang dapat mengundang serangga untuk datang dan membantu melakukan pembuahan.

Tetapi meskipun bunga ini berbau busuk, bunga ini memiliki warna dan bentuk yang indah. Bunga Bangkai memiliki Seludang atau kelopak bunga berwarna merah. Bunga ini juga memilki bagian tengah berwarna krem yang menjulang tinggi. Sayangnya, bunga bangkai tidak bisa dilihat setiap saat, karena bunga ini hanya mekar sekali dalam tiga tahun.

Saat ini bunga bangkai terancam punah. Di hutan alam banyak mendapat gangguan dan pengambilan secara ilegal. Untuk melestarikan bunga ini, sejumlah kebun raya mencoba menanam bunga ini. Bibitnya dibawa langsung dari Sumatera. Cara ini pun sangat sulit, sebab bibit bunga bangkai yang berupa umbi bisa lekas busuk.


Sebutir biji bunga bangkai butuh waktu 20 – 40 tahun untuk berbunga yang pertama kalinya.
Di Indonesia Kebun raya yang telah memiliki koleksi bunga bangkai ini, diantaranya adalah Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas.

                                                             
Amorphophalus Titanium asal Bengkulu setinggi 2 meter dan lebar 0,75 meter berhasil diawetkan di Kebun Raya Bogor dan telah dipamerkan di ajang International Horticulture Goyang 2013, Korea Selatan pada 27 April hingga 12 Mei 2013 lalu. Pengawetan ini menggunakan bahan Silica Gel yang mampu mengawetkan tanaman hingga 5 tahun. International Horticulture Goyang adalah pameran yang memamerkan bunga dan produk horttikultura atas kerjasama Goyang dengan Goyang International Flower Foundation.

 
Amorphophalus Titanium asal Bengkulu yg dipamerkan di International Horticulture Goyang 2013, Korea Selatan

Sumber Gambar & Referensi :
Agung Nugroho Putro

Hallo! Perkenalkan saya Agung, newbie video editor, newbie blogger, and social media learner